WELCOME TO MY BLOG

MENCOBA MENGAPRESIASIKAN KIMIA MELALUI TULISAN

Kamis, 02 September 2010

kimia unsur

Unsur-Unsur Gas Mulia

Terdiri Atas : Helium : He
Neon : Ne
Argon : Ar
Kripton : Kr
Xenon : Xe
Radon : Rn
Sifat-Sifat Umum :
1. Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.
2. Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2, maka gas mulia bersifat kekal dan diberi valensi nol.
3. Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom).

Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron
He 2 1s2
Ne 10 [He] 2s2 2p6
Ar 18 [Ne] 3s2 3p6
Kr 36 [Ar] 4s2 3d10 4p6
Xe 54 [Kr] 5s2 4d10 5p6
Rn 86 [Xe] 6s2 5d10 6p6
Dua elektron dari He membuat subkulit s menjadi penuh dan unsur-unsur gas mulia yang lain pada kulit terluarnya terdapat 8 elektron. karena kulit terluarnya telah penuh maka gas mulia bersifat stabil dan tidak reaktif. Jadi afinitas elektronnya mendekati nol.
Sifat-Sifat Halogen

UNSUR Fluor Klor Brom Iodium Catatan :
[X] = unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr)
n = nomor perioda (2, 3, 4, 5)
 = makin besar sesuai dengan arah panah

9F 17Cl 35Br 53I
1. Konfigurasi elektron [X] ns2 , np5
2. Massa Atom

3. Jari-jari Atom
4. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron

5. Keelektronegatifan
6. Potensial Reduksi (Eored > 0)
7. Suhu Lebur (0o) -216.6 -101.0 -72 114.0
8. Suhu Didih (0o) -188.2 -34 58 183
9. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen -1 + 1, +3
+5, +7 + 1
+5, +7 +1
+5, +7





Sifat Fisika Dan Sifat Kimia Unsur Halogen

X2 Fluor (F2) Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2)
1. Molekulnya Diatom
2. Wujud zat (suhu kamar) Gas Gas Cair Padat
3. Warna gas/uap Kuning muda Kuning hijau Coklat merah Ungu
4. Pelarutnya (organik) CCl4, CS2
5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) Tak berwarna Tak berwarna Coklat Ungu
6. Kelarutan oksidator
(makin besar sesuai dengan arah panah)
7. Kereaktifan terhadap gas H2
8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida X = Cl, Br, I
F2 + 2KX  2KF X2 X = Br dan I
Cl2 + 2KX  2KCl + X2 X = I
Br2 + KX  2KBr + X2 Tidak dapat mengusir F, Cl, Br
9. Reaksi dengan logam (M) 2 M + nX2  2MXn (n = valensi logam tertinggi)
10. Dengan basa kuat MOH (dingin) X2 + 2MOH  MX + MXO + H2O (auto redoks)
11. Dengan basa kuat (panas) 3X2 + 6MOH  5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks)
12. Pembentukan asam oksi Membentuk asam oksi kecuali F

Catatan :

I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida
I2 + KI  Kl3
I2 larut terhadap alkohol coklat




Hidrogen, Klor, Brom Dan Iodium

SIFAT GOLONGAN
HX HF HCl HBr HI Catatan :
 makin besar/kuat sesuai dengan arah panah
Sifat reduktor

Keasaman
Kepolaran

Kestabilan terhadap panas




SIFAT FISIKA DAN KIMIA HIDROGEN HALIDA
HCl HBr HI
1. Bentuk pada suhu biasa Gas tidak berwarna
2. Dalam pelarut non polar (Benzana/Toluensa) Larut, tak menghantarkan arus listrik
3. Dalam air Larut, menghantarkan arus listrik
4. Dengan H2SO4, pekat (oksidator) Tidak teroksidasi Teroksidasi menjadi Br2 Teroksidasi menjadi I2
5. Kestabilan terhadap pemanasan Tidak terurai Sedikit terurai Terurai menjadi He dan I2

Sifat Golongan Unsur Alkali

UNSUR 3Li 11Na 19K 37Rb 55Cs 87Fr
1. Konfigurasi elektron [X] ns1
2. Massa atom

3. Jari-jari atom (n.m)
4. Keelektronegatifan
Rendah (antara 0.7 - 1.0)

Di atas suhu kamar (antara 28.7o - 180.5o)

5. Suhu lebur (oC)
6. Energi ionisasi (kJ/mol) Antara 376 - 519
7. Potensial oksidasi (volt) Positif, antara 2.71 - 3.02 (reduktor)
8. Bilangan oksidasi +1 +1 +1 +1 +1 +1

Catatan :
[X] = unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn)
n = nomor perioda (2, 3, 4, 5, 6, 7)
= makin besar sesuai dengan arah panah

Sifat Fisika Dan Kimia

UNSUR Li Na K Rb dan Cs
a. DENGAN UDARA Perlahan-lahan terjadi Li2O Cepat terjadi Na2O dan Na2O2 Cepat terjadi K2O Terbakar terjadi Rb2O dan Cs2O
b. DENGAN AIR
2L + 2H2O  2LOH + H2 (g)
(makin hebat reaksinya sesuai dengan arah panah)
c. DENGAN ASAM KUAT
2L + 2H+  2L+ + H2 (g)
d. DENGAN HALOGEN
2L + X2  2LH
WARNA NYALA API Merah Kuning Ungu -
Garam atau basa yang sukar larut dalam air CO32+
OH- , PO43- - ClO4- dan
[ Co(NO2)6 ]3-

Pembuatan Logam Alkali

Dengan cara elektrolisis leburan/lelehan garamnya.
Contoh : NaCl (l) Na+ (l) + Cl- (l)
Katoda Na+ (l) + e-  Na (s)
Anoda Cl- (l)  1/2 Cl2 (g) + e-
---------------------------------------------------------
 Na+ (l) + Cl- (l) --> Na (s) + 1/2 Cl2 (g)

Sifat Golongan Unsur Alkali Tanah

UNSUR 4Be 12Mg 20Ca 38Sr 56Ba
1. Konfigurasi elektron [X] ns2
2. Massa atom

3. Jari-jari atom (n.m)
4. Energi ionisasi
(M  M+) kJ/mol
(M  M2+) kJ/mol

5. Potensial oksidasi (volt)

6. Keelektronegatifan

7. Suhu lebur (oC) Antara 650o - 1227o
8. Bilangan oksidasi +2 +2 +2 +2 +2

Sifat Fisika Dan Kimia Unsur Alkali Tanah

1. Reaksi dengan
a. Udara Menghasilkan MO dan M3N2 bila dipanaskan Dalam keadaan dingin dapat menghasilkan MO dan M3N2 dipermukaan
b. Air Tidak bereaksi Bereaksi dengan uap air membentuk MO dan H2 Bereaksi dalam keadaan dingin membentuk M(OH)2 dan H2. Makin ke kanan makin reaktif
c. Hidrogen Tidak bereaksi M + H2  MH2 (Hidrida)
d. Klor M + X2  (dipanaskan) MX2 (garam
e. Asam M + 2H+  M2+ + H2 (g)
2. Sifat oksida Amfoter basa
3. Kestabilan peroksida Peroksidanya tidak dikenal Makin stabil sesuai dengan arah panah
4. Kestabilan karbonat Mengurai pada pemanasan agak tinggi (suhu pemanasan antara 550o - 1400oC)
Catatan :

M = unsur-unsur alkali tanah
Ra bersifat radioaktif, Be bersifat amfoter

Kelarutan Unsur Alkali Tanah

Kelarutan Mg Ca Sr Ba Catatan :
Warna nyala
Garam Ca2+ = merah
Garam Ba2+ = hijau
M = unsur logam alkali tanah
M(OH)2
------------------->
makin besar sesuai arah panah

MSO4
<--------------------
makin besar sesuai arah panah

MCO3
MCrO4

Pembuatan Logam Unsur Alkali Tanah

Dengan elektrolisis leburan garamnya.
Contoh:
CaCl2(l)  Ca2+ (l) + 2Cl- (l)
Katoda : Ca2+ (l) + 2 e-  Ca (s)
Anoda : 2Cl2 (g) + 2 e-
---------------------------------------------------
Ca2+ (l) + 2Cl- (l)  Ca (s) + Cl2 (l)

Kesadahan

Air Sadah ialah air yang sukar berbuih dengan sabun dan banyak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+.
Macamnya:
1. Kesadahan Sementara

Mengandung Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2
Dapat dihilangkan dengan pemanasan
Contoh : Ca(HCO3)2 (aq)  CaCO3 + H2O (l) + CO2 (g)

2. Kesadahan Tetap

Mengandung CaSO4 dan MgSO4
Dapat dihilangkan dengan menambahkan soda ash (Na2CO3)
Contoh : MgSO4 (aq) + Na2CO3 (aq)  MgCO3 + Na2SO4 (aq)








Sifat-Sifat Periodik, Fisika Dan Kimia
Kimia Kelas 3 > Unsur-Unsur Periode Ketiga
UNSUR 11Na 12Mg 13Al 14Si 15P 16S 17Cl
Konfigurasi elektron [Ne] 3s1 [Ne] 3s2 [Ne] 3s2, 3p1 [Ne] 3s2, 3p2 [Ne] 3s2, 3p3 [Ne] 3s2, 3p4 [Ne] 3s2, 3p5
Jari-jari atom
<----------------------------
makin besar sesuai arah panah

Keelektronegatifan
----------------------------->
makin besar sesuai arah panah

Kelogaman Logam Semi logam Bukan Logam
Oksidator/reduktor Reduktor <----------------------------
(makin besar sesuai arah panah) oksidator
Konduktor/isolator Konduktor Isolator
Oksida (utama) Na2O MgO Al2O3 SiO2 P2O5 SO3 Cl2O7
Ikatan Ion Kovalen
Sifat oksida Basa Amfoter Asam
Hidroksida NaOH Mg(OH)2 Al(OH)3 H2SiO3 H3PO4 H2SO4 HClO4
Kekuatan basa/asam Basa kuat Basa lemah Basa lemah Asam lemah Asam lemah Asam kuat Asam kuat
Klorida NaCl MgCl2 AlCl3 SiCl4 PCl5 SCl2 Cl2
Ikatan Ion Kovalen
Senyawa dengan hidrogen NaH MgH2 AlH3 SiH4 PH3 H2S HCl
Ikatan Ion Kovalen
Reaksi dengan air Menghasilkan bau dan gas H2 Tidak bersifat asam Asam lemah Asam kuat


Pengertian Unsur Transisi
Kimia Kelas 3 > Unsur-Unsur Periode Keempat
250
Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.
Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron Orbital
3d 4s
Skandium (Sc) 21 (Ar) 3d1 4s2 


Titanium (Ti) 22 (Ar) 3d2 4s2  


Vanadium (V) 23 (Ar) 3d3 4s2   


Krom (Cr) 24 (Ar) 3d5 4s1     


Mangan (Mn) 25 (Ar) 3d5 4s2     


Besi (Fe) 26 (Ar) 3d6 4s2     


Kobalt (Co) 27 (Ar) 3d7 4s2     


Nikel (Ni) 28 (Ar) 3d8 4s2     


Tembaga (Cu) 29 (Ar) 3d10 4s1     


Seng (Zn) 30 (Ar) 3d10 4s2     


Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya, yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh, bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain.

Sifat Periodik
> Unsur-Unsur Periode Keempat
251
UNSUR 21Sc 22Ti 23V 24Cr 25Mn 26Fe 27Co 28Ni 29Cu 30Zn
Konfigurasi Elektron [Ar] 3d1 4s2 [Ar] 3d2 4s2 [Ar] 3d3 4s2 [Ar] 3d5 4s1 [Ar] 3d5 4s2 [Ar] 3d6 4s2 [Ar] 3d7 4s2 [Ar] 3d8 4s2 [Ar] 3d10 4s1 [Ar] 3d10 4s2
Massa jenis (g/mL) keelektro-negatifan Antara 3.4 - 8.92 (makin besar sesuai dengan arah panah)
-------------------------------------------------------->
Antara 1.3 - 1.9 (makin besar sesuai dengan arah panah)
Bilangan oksidasi 0;3 0;2; 3;4 0;2;3;
4;5 0;2; 3;6 0;2;3;
4;6;7 0;2;3 0;2;3 0;2;3 0;1;2 0;2
Titik lebur
(oC) Di atas 1000oC (berbentuk padat)
Energi ionisasi (kJ/mol) Antara 1872 - 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya)
Jumlah elektron tunggal Satu Dua Tiga Enam Lima Empat Tiga Dua Satu -
Sifat para-magnetik/ fero-magnetik Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan
(=elektron tunggal)
Makin banyak elektron tunggalnya, makin bersifat feromagnetik diama-gnetik
Warna ion M2+ - - Ungu Biru Merah muda Hijau muda Merah muda Hijau Biru -
Warna ion M3+ Tak ber-warna Ungu Hijau Hijau - Kuning - - - -
Ion-ion tak berwarna Sc3+ , Ti4+ , Cu+ , Zn2+

Catatan :

MnO4- = ungu
Cr2O72- = jingga

Sifat Fisika Dan Kimia
Unsur-Unsur Periode Keempat
252
UNSUR Oksida Jenis oksida Rumus Basa/Asam
24Cr
(krom) CrO Oksida basa Cr(OH)2
Cr2O3 Oksida amfoter Cr(OH)3
HCrO2
CrO3 Oksida Asam H2CrO4
H2CrO7
25Mn
(mangan) MnO Oksida Basa Mn(OH)2
Mn2O3 Mn(OH)3
MnO3 Oksida Asam H2MnO4
HMnO4
Mn2O7
26Fe
(besi) FeO OKSIDA BASA Fe(OH)2
Fe2O3 Fe(OH)3
27Co
(kobal) CoO Co(OH)2
Co2O3 Co(OH)3
28Ni
(nikel) NiO Ni(OH)2
Ni2O3 Ni(OH)3
29Cu
(tembaga) Cu2O CuOH
CuO Cu(OH)2

Sifat Reaksi Dari Senyawa-Senyawa Krom Dan Mangan
Unsur-Unsur Periode Keempat
253


Unsur-Unsur Transisi Dan Ion Kompleks

a. Unsur Transisi Unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit pertama sebelum kulit terluar untuk berikatan dengan unsur lain

b. Ion Kompleks Terdiri dari Ion pusat dari Ligand
1. Ion pusat ion dari unsur-unsur transisi dan bermuatan positif.
2. Ligand molekul atau ion yang mempunyai pasangan elektron bebas.
Misal : Cl-, CN-, NH3, H2O dan sebagainya.
3. Bilangan koordinasi adalah jumlah ligand dalam
suatu ion kompleks.
Antara ion pusat dan ligand terdapat ikatan koordinasi.

c. Daftar Ion Kompleks 1. Ion Kompleks positif :
[Ag(NH3)2]+ = Diamin Perak (I)
[Cu(NH3)4]2+ = Tetra amin Tembaga (II)
[Zn(NH3)4]2+ = Tetra amin Seng (II)
[Co(NH3)6]3+ = Heksa amin Kobal (III)
[Cu(H2O)4]2+ = Tetra Aquo Tembaga (II)
[Co(H2O)6]3+ = Heksa Aquo Kobal (III)

2. Ion Kompleks negatif
[Ni(CN)4]2- = Tetra siano Nikelat (II)
[Fe(CN)6]3- = Heksa siano Ferat (III)
[Fe(CN)6]4- = Heksa siano Ferat (II)
[Co(CN)6]4- = Heksa siano Kobaltat (II)
[Co(CN)6]3- = Heksa siano Kobaltat (III)
[Co(Cl6]3- = Heksa kloro Kobaltat (III)


Sifat Fisika Dan Kimia GAS HIDROGEN

Titik Didih (oC) -252.6oC
Titik Lebur (oC) -259.2oC
Dengan Halogen H2 (g) + Cl2 (g)  2 HCl (g)
HCl (g) + air  H+ (aq) + Cl- (aq)
Dengan Logam
Golongan Alkali 2 Na (s) + H2 (g) ® 2 Na+H- (s) + energi
Na+H- (s) + H2O  NaOH (aq) + H2 (g)
Susunan Atom 1 proton + 1 elektron
Isotop 11H , 12H , 13H
Potensial Iobisasi (kJ/mol) 56.9 kJ/mol

Pembuatan GAS HIDROGEN
Sesudah >
A. Cara Industri
B. Cara Laboratorium

1. Elektrolisis air yang sedikit diasamkan
2H2O (l)  2H2 (g) + O2 (g)
1. Logam (golongan IA/IIA) + air
2K(s) + 2H2O(l)  2KOH (aq) + H2 (g)
Ca (s) + 2H2O (l)  Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)

2. 3Fe(pijar) + 4H2O  Fe3O4 (s) + 4H2(g) 2. Logam dengan Eok o > O + asam kuat encer
Zn (s) + 2HCl (aq)  ZnCl2 (aq) + H2 (g)
Mg (s) + 2 HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2(g)

3. 2C(pijar) + 2H2O (g)  2H2 (g) + 2CO (g) 3. Logam amfoter + basa kuat
Zn (s) + NaOH(aq)  Na2ZnO2 (aq) + H2(g)
2Al (s) + 6NaOH (aq)  2Na3AlO3 (aq) + 3H2(g)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar